Untuk Bidadari yang selalu ku sebut “Mama”
Mama..
Walau kita berada dalam satu atap yang sama, aku ingin sekali menuliskan
sebingkai surat cinta untukmu. Aku tak sanggup berkata-kata melalui suara,
karna nantinya akan menitikkan airmata. Hanya melalui doa dan tulisan, Ma..
Perasaan ini aku tumpahkan untukmu..
Mama..
Kecantikanmu membuatku yakin bahwa Tuhan benar benar menciptakan bidadari di
bumi ini. Dan sungguh, tiada kehangatan melebihi hangatnya pelukanmu..
Mama..
Sebagai ibu dan istri, kau itu kuat sekali. Setiap pagi kau harus bergegas
untuk pergi bekerja, tanpa melupakan membuat sarapan untuk kami. Bahkan udara
pagi yang begitu dinginnya, tak membuatmu berhenti dan menyerah. Hanya dengan
alasan, untuk melengkapi kebutuhan kita semua.
Mama..
Begitu sering aku memanggil manja nama itu. Bagaimana nanti ketika aku menjadi
seorang istri dan ibu dari anak-anakku? Bisakah aku sepertimu? Tak pernah
menangis dihadapan anak-anak walau sudah terlalu letih. Selalu kuat untuk
menjalankan kewajibanmu sebagai seorang istri dan ibu.
Apa aku
bisa, Ma? Ajari aku, berikan aku kekuatan itu, dan tumpahkan cintamu dalam
samudera cintaku.
Mama..
Waktu tidurmu sudah berkurang sekarang, kau selalu nampak lelah. Ketika kau
tidur, diam-diam aku selalu memperhatikanmu. Kau tidur dengan pulasnya. Entah
mengapa, selalu ada ketenangan ketika melihatmu. Aku ingin selalu terus melihat
ketenangan itu, Ma.
Ma,
mama harus semakin kuat yah. Aku tak bisa membayangkan jika aku tak bisa
melihat wajahmu lagi. Aku mohon, tetaplah kuat dan selalu tersenyum manis di
rumah ini untuk kami, untuk kami Ma..
Mama, Aku
belum bertekuk lutut meminta restumu,
untuk menjadi istri yang shalehah seperti engkau. Kau belum melihat aku bahagia
dengan laki-laki pilihan Allah. Aku belum puas membahagiakanmu, Ma.. Dan
masiiih banyak hal yang belum kau dapatkan dariku. Jadi, aku mohon… tetaplah
kuat dan tersenyum mengisi istana rumah ini… Bantu kami, anak-anakmu dengan doa
mu, Ma…
Semoga
Allah selalu menjaga, melindungi, dan memberikan kesehatan untuk kita semua yah
Ma, dan semoga Allah meridhaiku untuk dapat membahagiakanmu terlebih dahulu.
Dengan
penuh cinta untuk Bidadariku, Mama..
Anak
perempuan ketiga-mu. Ina Pinky :’)